Sabtu, 1 Januari 2011

Kebenaran Milik Cinta


















Kebenaran
bukan pada nomor dan fakta tilikan indera
bukan pada dua yang setentang tidak kan bersama
bukan pada nama pengkarya dan karya
bukan milik mustadafin dan penguasa
semua itu penipu!

kebenaran tidak sejati pada manusia
Kebenaran
milik tuhan manusia
milik manusia bertuhan
milik para pencinta, para pengkhayal
pemain gitar, peniup seruling
penepuk rebana dan pemutar tari

wahai cinta,
berapa ramai sudah coba mentakrifkanmu?
apa kata Rumi, Iqbal?
Ibn Arabi, Halllaj, Rabiah, Bayazid?
apakah artimu pada Laila dan Majnunnya?
apa pula engkau menurut Adam Hawa?
Gibran, Beethoven, Hermingway?
Chairil, Kemala? Ramai.
Namun kau tetap mistri, tetap aneh,
tak tertakrif jua sampai ke akhir

Syiah bercinta
Sunni bercinta
Kafir juga bercinta
lalu yang mana satu arti cinta?
mistri sungguh!

Biar, biar aku..
aku ingin mentakrif cinta
sesungguhnya
cinta adalah kebenaran

Sahabat yang percaya,
mari bercinta
Kita jemput penggesek gitar, pemukul rebana,
peniup seruling,
Bingitkan telinga yang lama tenang
kita panggil penari sejati,
menari jangan berhenti
Seramai mungkin, datanglah, ajaklah!

Kerana kita ada misi besar
menghidupkan api cinta di hati-hati gersang
Marakkan sehabisnya
agar satu dunia cukup disinar
oleh cahaya kebenaran

- 12:38, 1/1/11 - Guar Chempedak -

2 ulasan: