Rabu, 22 Disember 2010

Bila Rumi Menari

Siapa-siapa yang suka sangat membantai perlakuan para sufi yang pelik-pelik itu, tarian sufi antaranya, Al-Ghazali kata mereka ini sangatlah dangkal. Kerana unta sekalipun bisa tergoyang-goyang apabila mendengar musik arab. Disebut ini dalam Al-Kimiya As-Saadah, karya ringkas Al-Imam bagi Ihyak Ulumiddin.Kepada golongan pembantai sufi ini, saya harap tolonglah baca Al-Kimiya - setidaknya - dan cobalah selami dalam-dalam hakikat ekstase cinta Tuhan.

Nah. Ini pula jawapan (dan simpati) daripada Maulana Rumi;


Bila Rumi Menari

Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan

Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi

Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta

Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

Sayang... pada mereka yang tak mengerti
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan kekasih


-saya kutip bait-bait ini dari sini. Sumber asalnya saya tak tahu. Siapa tahu tolong kongsi.

1 ulasan:

  1. Lagu M. Nasir- Bila Rumi menari. Sinis bg mrk yg membenci, dalam maknanya bg mereka yg mencintai...

    BalasPadam